Minggu, 13 Februari 2011

2. SISTEM INFORMASI KEPERAWATAN DI PUSKESMAS

Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral pelayanan kesehatan yang professional. Pelayanan keperawatan berperan penting dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara umum. Sebagai bentuk konsekwensi pelayanan professional, pemberian pelayanan keperawatan yang dilakukan melalui proses asuhan keperawatan harus memiliki akuntabilitas sebagai wujud pertanggungjawaban terhadap profesi.
Pendokumentasian asuhan keperawatan merupakan suatu upaya untuk menegakkan akuntabilitas profesi perawat , yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan . Namun hingga saat ini pendokumentasian asuhan keperawatan memiliki masalah yang cukup komplek, sehingga dibutuhkan berbagai strategi dan upaya pemecahan masalah pendokumentasian yang relevan dengan situasi pelayanan keperawatan di Indonesia.
Salah satu fasilitas yang memberikan pelayanan keperawatan adalah puskesmas. Pelayanan keperawatan puskesmas memiliki sasaran individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat baik dalam bentuk kegiatan yang salah satunya dilakukan di dalam dan di luar gedung berupa kunjungan rumah.
Sampai saat ini pendokumentasian dan pelaporan asuhan keperawatan di puskesmas belum berjalan dengan optimal, padahal kegiatan pelayanan keperawatan mungkin saja telah dilakukan secara adekuat di puskesmas, namun kegiatan keperawatan yang telah dilakukan tidak dapat memberikan konntribusi informasi yang optimal terhadap sistem kesehatan yang ada, termasuk pembuat kebijakan.
Pemerintah telah melakukan beberapa strategi untuk meningkatan efisiensi sistem informasi kesehatan di tingkat puskesmas yang salah satunya berupa pembentukan Sistem Informasi Puskesmas atau dikenal dengan SIMPUS. SIMPUS adalah salah satu bentuk inovasi sistem pencatatan dan pelaporan berbasis komputer. Namun, secara mendasar SIMPUS yang dikembangkan belum merangkum pendokumentasian asuhan keperawatan terutama kegiatan asuhan keperawatan di luar gedung atau dikenal dengan kunjungan rumah. Pendokumentasian yang berkembang saat ini ternyata belum dapat mengintegrasikan data dan informasi dari kegiatan pelayanan kunjungan rumah secara real time. Kegiatan kunjungan rumah yang telah dilakukan saat ini belum memberikan gambaran secara nyata tetang aktifitias/pelayanan keperawatan apa saja yang telah dilakukan perawat dan bagaimana dampaknya terhadap status kesehatan klien. Kondisi ini juga dapat berimplikasi pada lemahnya upaya monitoring dan evaluasi kegiatan dan pada tahap lanjut tidak dapat memberikan informasi yang dapat mendukung keputusan terhadap kegiatan kunjungan rumah.
Kondisi tersebut di atas, tentunya berhubungan dengan berbagai faktor mulai dari kebijakan yang yang belum menekankan pada utilisasi sistem informasi keperawatan berbasis komputer, sumber daya keperawatan yang belum kompeten di bidang teknologi informasi (IT) serta dibutuhkannya investasi pembiayaan yang relatif besar.
Dari beberapa survey di negara maju menyatakan bahwa kehadiran pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis komputer secara umum dapat memberikan peningkatan efisiensi pembiayaan operasional pelaporan, peningkatan kecepatan pelaporan, dan ketepatan dalam pembuatan keputusan. Namun di pihak lain pendokumentasian asuhan keperawatan berbasis komputer dapat memberikan beban yang baru bagi perawat akibat ketidakkompetenan perawat dalam mengakses dan menggunakan sistem teknologi informasi yang ada.
Di Indonesia perkembangan sistem informasi keperawatan masih sangat terbatas. Keterlibatan perawat dalam mengembangkan sistem informasi mungkin dapat membantu mengidentifikasi berbagai aktifitas asuhan keperawatan melalui kunjungan rumah yang dapat dikembangkan melalui pendokumentasian berbasis komputerisasi.
Upaya ini telah dilakukan di beberapa negara dalam rangka untuk meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan di luar gedung. Melalui pelaporan yang cepat dan tepat diharapkan dapat memberikan informasi evidence based tentang proses pelayanan kunjungan rumah yang telah dilakukan perawat.
Kondisi –kondisi di atas memberikan suatu pemikiran tentang suatu inovasi pendokumentasian aktifias kunjungan rumah berbasis teknologi. Tentunya pengembangan sistem pendokumentasian yang dilakukan harus dapat disesuaikan dengan karakteristik pengguna agar utilitas pengembangan sistem dapat memebrikan daya guna pada pengingkatan kualitas pelayanan keperawatan dan kesehatan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar